Indonesia

Bangga Berbahasa Indonesia

Indonesia

Bangga Berbahasa Indonesia

Indonesia

Bangga Berbahasa Indonesia

Indonesia

Bangga Berbahasa Indonesia

Indonesia

Bangga Berbahasa Indonesia

Rabu, 19 Maret 2014

Contoh Soal Ujian dan Jawaban Mata Kuliah Manajemen dan Supervisi Pendidikan



1.         Hakikat pendekatan, metode, teknik, kiat pembelajaran beserta contohnya.

Pendekatan merupakan pendirian, sikap, pikiran dasar, dan kesepakatan filosofis dalam upaya mencapai tujuan instruksional. Pende-katan berada pada tataran aksiomatis, seperti pendekatan humanistik, behavioristik, konstruktivistik, komunikatif, pendekatan sistem, dsb. Pendekatan bersifat aksiomatis. pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Contoh : Pendekatan Inquiry
Dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Inquiry, sumber belajar menyajikan bahan tidak sampai tuntas, tetapi memberi peluang kepada warga belajar untuk mencari dan menemukannya sendiri dengan menggunakan berbagai cara pendekatan masalah. Adapun langkah secara keseluruhan mulai dari perencanaan sampai evaluasi tentang penggunaan pendekatan Inquiry adalah sebagai berikut :
a.         Kegiatan pemberian dorongan : Kegiatan ini ditujukan untuk menarik perhatian warga belajar dan mengungkapkan hubungan bahan belajar yang akan dipelajari dengan bahan belajar yang sudah dikuasai atau dalam keseluruhan bahan belajar secara utuh
b.        Kegiatan penyampaian rencana program pembelajaran. Kegiatan ini ditujukan untuk mengungkapkan rencana program pembelajaran, termasuk prosedur pembelajaran yang harus diikuti oleh warga belajar
c.         Proses inquiry. Pelaksanaan pembelajaran dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1)      Pengajuan permasalahan
2)      Pengajuan pertanyaan penelitian atau hipotesis
3)      Pengumpulan data
4)      Penarikan kesimpulan
5)      Penarikan generalisasi
d.        Umpan balik. Kegiatan ini ditujukan untuk melihat respon warga belajar terhadap keseluruhan bahan belajar yang telah dipelajari
e.         Penilaian. Kegiatan penilaian dilakukan oleh sumber belajar baik secara lisan maupun tertulis dan atau penampilan.

Metode merupakan prosedur atau urutan yang ditempuh dari tahap ke tahap yang berprerekuisit untuk mencapai tujuan tertentu, seperti  peosedur penelitian, prosedur berwisata, dan prosedur berdemonstrasi, jelasmerupakan urutan langkah-langkah yang dirancang secara seksama. Metode bersifat prosedural.
Contoh : Metode Kepala Bernomor
Metode ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide, mempertimbangkan jawaban yang paling tepat dan meningkatkan kerjasama. Langkah-langkah sebagai berikut:
1.    Siswa dikelompokan, kemudian masing-masing diberi penomoran secara berurut;
2.    Guru memberikan tugas dan masing-masing mengerjakannya;
3.    Kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan memastikan setiap anggota kelompok mengetahui jawaban;
4.    Guru memanggil salah satu nomor. siswa yang dipanggil nomornya harus menjawab atau melaporkan hasil kerja kelompok mereka.
Teknik merupakan upaya yang tidak dirancang, karena bergantung pada situasi dan kondisi, seperti penjelasan, bertanya, umpan balik, demonstrasi, peragaan dalam rangka pembelajaran model tertentu.
Contoh  : penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Teknik yang digunakan ketika berceramah di kelas yang jumlah siswanya sangat banyak mungkin akan menggunakan alat pengeras suara, materinya pun disampaikan dengan lebih menarik agar tidak membosankan dan menjaga konsentrasi siswa.

Kiat mengajar sering diartikan seni mengajar . Kiat merupakan kemampuan khusus dan ciri khas seseorang dalam mengatasi sesuatu, termasuk dalam mengajar. Kiat mengajar merupakan inovasi khusus seseorang dalam memanfaatkan modal internal dan peluang eksternal secara kreatif.
Misalnya memanfaatkan suaranya yang khas, kemampuan merespon, perhatian, kemampuan mengatur bicara dan emosinya, memanfaatkan pengalaman khusus yang jarang dimiliki orang, dan/atau memanfaatkan lingkungan secara kreatif.

Contoh : untuk menarik perhatian siswa, seorang guru yang pandai bermain sulap menggunakan trik sulapnya dalam langkah apersepsi.



2.         Jelaskan hakikat strategi pendidikan dan strategi pembelajaran disertai contoh.

Strategi pembelajaran adalah tataran  konseptual atau pendekatan kinerja pembelajaran yang merupakan keterpaduan antara urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi pelajaran dan peserta didik, peralatan dan bahan, serta waktu yang digunakan dalam proses instruksional untuk mencapai kualifikasi tertentu yang dilandasi pendekatan dan prinsip-prinsip belajar dan mengajar yang terpilih.
Strategi pembelajaran lebih berfungsi luas dan umum, dapat diterapkan untuk berbagai mata pelajaran, daripada model pembelajaran yang terfokus khusus dan operasional, berlaku untuk mata pelajaran tertentu bahkan pokok bahasan tertentu.
Contoh strategi pembelajaran adalah strategi pembelajaran induktif.




3.         Jelaskan prinsip-prinsip supervisi klinis.
Supervisi klinis merupakan kegiatan konsultasi proaktif antara guru dengan supervisor (pengawas, penilik, kepala sekolah) dalam upaya mengatasi kesulitan atau hambatan dalam menjalankan tugas sebagai guru dan pendidik demi meningkatkan profesi pembelajaran dan pendidikan. guru merasa mengalami hambatan, kesulitan, atau masalah dalam melakukan profesinya. Guru secara bebas dan terbuka mengutarakan hambatan, kesulitan, dan masalahnya secara terinci, sedangkan supervisor berperan sebagai pendengar dan moderator berpikir dalam interaksi verbal nonverbal dengan teknik probbing questions yang bijak
Adapun prinsip-prinsipnya :
a.       Dialog menggali: urutan, teknik-teknik umpan balik, kiat, tindak lanjut, terpulang pada klien
b.      kendali:
serba hati-hati, bermodal bertanya, proaktif, empatik, sabar, transfer of thingking / transfer of methods.
c.       kendala: traumatik, birokratik, pragmatisme, rendah diri


4.         Bandingkan model pembelajaran terkait, terjala, terpadu. Jelaskan dengan contoh.

Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antarmata pelajaran.
a.       Pembelajaran terpusat pada anak
b.      Menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan
c.       Belajar melalui proses pengalaman langsung pengetahuannya.
d.      Lebih memperhatikan proses daripada hasil semata
e.       Sarat dengan muatan keterkaitan

Contoh :
Pada awalnya guru menyeleksi konsep-konsep keterampilan dan nilai sikap yang diajarkan dalam satu semester dari beberapa mata pelajaran misalnya: matematika, IPS, IPA dan Bahasa. Selanjutnya dipilih beberapa konsep, keterampilan dan nilai sikap yang memiliki keterhubungan yang erat dan tumpang tindih di antara beberapa mata pelajaran.

Pembelajaran terjala menggunakan pendekatan tematik. Pendekatan ini pengembangannya dimulai dengan menentukan tema tertentu. Tema yang ditetapkan dapat dipilih antara guru dengan siswa atau sesama guru. Setelah tema telah disepakati maka dilanjutkan dengan pemilihan sub-sub tema dengan memperhatikan kaitannya dengan antarmatapelajaran. Dari sub-sub tema ini direncanakan aktivitas belajar yang harus dilakukan siswa. Keuntungan dari model pembelajaran terpadu ini bagi siswa adalah diperolehnya pandangan hubungan yang utuh tentang kegiatan dari ilmu-ilmu yang berbeda.

Contoh :
Siswa dan guru menentukan tema misalnya air, maka guru-guru mata pelajaran dapat mengajarkan tema air itu ke dalam sub-sub tema misalnya siklus air, kincir angin, air waduk, air sungai, bisnis air dari PDAM yang tergabung dalam mata pelajaran matematika, IPS, IPA, dan Bahasa.

Model pembelajaran terkait menyajikan hubungan yang eksplisit di dalam suatu mata pelajaran yaitu menghubungkan satu topik dengan topik yang lain, satu konsep ke konsep yang lain, satu keterampilan dengan keterampilan yang lain, satu tugas ke tugas yang
berikutnya. Pada pembelajaran model ini kunci utamanya adalah adanya satu usaha sadar untuk menghubungkan bidang kajian dalam satu disiplin ilmu. Keunggulan dari model pembelajaran ini adalah siswa memperoleh gambaran secara menyeluruh tentang suatu konsep sehingga transfer pengetahuan akan sangat mudah karena konsep-konsep pokok dikembangkan terus-menerus.

Contoh :
Guru menghubungkan/menggabungkan konsep matematika tentang uang dengan konsep jual
beli, untung rugi, simpan pinjam, dan bunga.



5.       Beri contoh sepenggal dialog supervisi klinis
                                                         
Meina sebagai guru
Ruti sebagai kepala sekolah

Meina                     : Selamat siang Bu Ruti
Ruti                        : Selamat siang Bu Meina, mari masuk.
Meina                     : Terima kasih Bu, apakah saya mengganggu?
Ruti                        : Oh tentu tidak. Bagaimana Bu, apakah ada yang bisa saya bantu?
Meina                     : Begini Bu, sebenarnya saya mengalami kendala dalam pembelajaran.
Ruti                        : Monggo, bila Ibu berkenan, mungkin bisa Ibu ceritakan apa yang terjadi pada saya Bu.
Meina                     : Permasalahan itu terkait dengan kemampuan mengajar saya, yang meliputi hasil belajar siswa yang kurang memuaskan, cara memotivasi siswa, dan cara memberikan apresiasi siswa.
Ruti                        : Oh begitu… (sambil mengangguk).
Meina                     : Ketika saya melakukan analisis terhadap hasil ulangan siswa, saya menemukan hal yang sama dari tahun ke tahun. Rata-rata siswa mengalami kesulitan pada materi yang sama. Kebanyakan siswa tidak bisa menjawab dengan jawaban yang tepat pada materi itu-itu saja.
Ruti                        : (mengangguk dan tersenyum), misalnya materi apa Bu?
Meina                     : Misalnya, pada kompetensi dasar mementukan ide pokok paragraf. Saya sebagai guru sudah memberikan porsi waktu yang “lebih banyak” pada kompetensi tersebut. Hal ini disebabkan dari tahun ke tahun nilai siswa pada materi itu kurang memuaskan.
Ruti                        : Bagaimana Bu, apa yang sudah Ibu upayakan?
Meina                     : Selain melakukan upaya penambahan alokasi waktu, saya juga sudah memberikan latihan yang lebih banyak pada mereka.
Ruti                        : (mengangguk)
Meina                     : Apakah gurunya yang salah?
Ruti                        : Permasalahan tersebut memang banyak dijumpai oleh guru-guru, hal tersebut berkaitan dengan tingkat kesulitan soal, materi, dan cara pembelajaran.
Meina                     : Lalu apa yang harus saya lakukan Bu?
Ruti                        : Apakah Ibu sudah pernah mengubah jenis soal pada materi tersebut?
Meina                     : Belum Bu, hehehe.
Ruti                        : (tersenyum) Coba Ibu amati kembali Kompetensi Dasar pembelajaran teresebut lalu Ibu melakukan refleksi diri mengenai beberapa hal : (1) perumusan indikator, (2) pengembangan materi pembelajaran, (3) model pembelajaran, apakah sudah menyenangkan untuk siswa?
Meina                     : kalau menyenangkan sih, emmmm coba nanti saya lakukan refleksi diri lagi Bu. Terima kasih loh Bu sudah meluangkan waktu untuk saya.
Ruti                        : Iya Bu sama-sama




Contoh Kisi-kisi Soal Empat Aspek Keterampilan Bahasa Indonesia untuk Siswa SMP











 
Menulis


No
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator Soal
Materi
1
8. Mengekspresikan pikiran, perasaan dan pengalaman melalui pantun dan dongeng
8.1 Menulis pantun yang sesuai dengan syarat-syarat pantun
1.    Mampu menentukan syarat-syarat pantun
2.    Mampu melengkapi pantun yang rumpang
3.    Mampu menuliskan gagasan menjadi pantun sesuai dengan  syarat-syarat pantun

1.       Pengertian pantun
2.       Syarat pantun
3.       Macam-macam pantun


Sekolah                           :   SMP
Mata Pelajaran              :   Bahasa Indonesia
Kelas / Semester            :   VII / 1
Standar Kompetensi     :   8.   Mengekspresikan pikiran, perasaan dan pengalaman melalui pantun dan dongeng
Kompetensi Dasar         :   8.1.  Menulis pantun yang sesui dengan syarat-syarat pantun
Alokasi Waktu               :       2 x 40 menit (1 x pertemuan)
Materi                             :

Diantara berbagai karya sastra lama Indonesia yang sangat terkenal adalah pantun. Pada mulanya, pantun adalah senandung atau puisi rakyat yang dinyanyikan. Bahkan sampai sekarang, masih dinyanyikan, seperti dalam acara perkawinan di Betawi. Dalam kesusastraan Indonesia, pantun kali pertama muncul dalam : Sejarah Melayu” dan hikayat-hikayat populer yang sezaman.
1.      Syarat-syarat pantun
Dalam membuat pantun ada beberara syarat yang harus diperhatikan yaitu :
a.       tiap bait terdiri atas 4 baris
b.      tiap bait terdiri atas 4 – 5 kata
c.       tiap bait terdiri atas 8 – 12 suku kata
d.      bersajak a b a b
e.       baris pertama dan kedua meurpakan sampiran, baris ketiga dan keempat meurpakan isi
f.       memiliki irama
2.      Macam-macam pantun
Berdasarkan isinya, pantun dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu :
a.       pantun nasihat
b.      pantun teka-teki
c.       pantun jenaka
d.      pantun adat
e.       pantun agama
f.       pantun nasib
g.      pantun perkenalan


Indikator                        : (1) Mampu menentukan syarat-syarat pantun
                                          (2) Mampu melengkapi pantun yang rumpang
(3)  Mampu menuliskan gagasan menjadi pantun sesuai dengan  syarat-syarat pantun
Deskriptor                      :

(1)     Mampu menentukan syarat-syarat pantun
a)    Siswa menyebutkan lima syarat pantun
b)   Siswa menyebutkan empat syarat pantun
c)    Siswa menyebutkan tiga syarat pantun
d)   Siswa menyebutkan dua syarat pantun
e)    Siswa menyebutkan satu syarat pantun
f)    Siswa tidak menyebutkan syarat pantun

Amatilah pantun di bawah ini kemudian jawablah pertanyaan yang ada di dalam tabel !
Contoh :

1.      Kalau ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Tentu kita berjumpa lagi

2.      Air dalam bertambah dalam
Hujan di hulu belum lagi teduh
Hati dendam bertambah dendam
Dendam dahulu belum lagi sembuh


Berilah tanda silang pada jawaban yang kalian anggap benar!
Ciri-ciri Pantun
Jawaban
1.      Setiap bait terdiri atas . . . . larik

a.       1
b.      2
c.       3
d.      4
2.      Setiap baris/larik terdiri atas . . .  .. suku kata

a.       4 sampai 6
b.      6 sampai 8
c.       8 sampai 12
d.      12 sampai 14
3.      Bersajak . . . .

a.       a b – a b
b.      a a – a a
c.       a b – c d
d.      a b – b a
4.      Baris pertama dan kedua berupa . . .
a.       Sampiran
b.      Isi
5.      Baris ketiga dan keempat berupa . . .

a.       Sampiran
b.      Isi

 Jadi ciri – ciri pantun antara lain :
1.       ....................................................................
2.       ....................................................................
3.       ....................................................................
4.       ....................................................................
5.       ....................................................................

Kriteria Penilaian
No
Kegiatan
Skor
1.
2.

3
4
5
6
Siswa menyebutkan lima syarat-syarat pantun
Siswa menyebutkan empat syarat-syarat pantun
Siswa menyebutkan tiga syarat-syarat pantun
Siswa menyebutkan dua syarat-syarat pantun
Siswa menyebutkan satu syarat-syarat pantun
Siswa tidak menyebutkan syarat-syarat pantun
5
4

3
2
1
0
Jumlah skor
5


(2)     Mampu melengkapi pantun yang rumpang
a)      Siswa melengkapi 4 buah pantun
b)     Siswa melengkapi 3 buah pantun
c)      Siswa melengkapi 2 buah pantun
d)     Siswa melengkapi 1 buah pantun



Lengkapilah pantun berikut ini berdasarkan syarat-syarat pantun! kerjakan dengan teman sekelompokmu.
1.      Palinglah enak kelapa muda
Bila diminum di siang hari
.................................................
.................................................

2.      Jalan-jalan ke Yogyakarta
Jangan lupa ke Borobudur
.................................................
.................................................

3.       ................................................
.................................................
Jadi orang janganlah murka
Di masyarakat tak ditemani

4.      Merah putih bendera bangsaku
Pancasila dasar negara
.................................................
.................................................
Kriteria Penilaian
No
Kegiatan
Skor
1.
2.
3.
4.
Siswa melengkapi 4 buah pantun
Siswa melengkapi 3 buah pantun
Siswa melengkapi 2 buah pantun
Siswa melengkapi 1 buah pantun
4
3
2
1
Jumlah skor
4







(3)     Mampu menuliskan gagasan menjadi pantun sesuai dengan  syarat-syarat pantun
a)           Siswa menulis pantun dengan memenuhi lima syarat pantun
b)          Siswa menulis pantun dengan memenuhi empat syarat pantun
c)           Siswa menulis pantun dengan memenuhi tiga syarat pantun
d)          Siswa menulis pantun dengan memenuhi dua syarat pantun
e)           Siswa menulis pantun dengan memenuhi satu syarat pantun
f)           Siswa menulis pantun dengan tidak memenuhi syarat pantun


1.      Buatlah sebuah pantun!
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

2.      Tukarkan hasil pekerjaanmu dengan hasil pekerjaan temanmu!
3.      Berilah penilaian berdasarkan rubrik berikut ini!

Berilah tanda (v) pada bagian yang sesuai dengan penilaianmu!
No
Syarat Pantun
Ya
Tidak
1
Terdiri atas 4 baris dalam setiap bait.


2
Terdiri atas 8 - 12 suku kata tiap larik.


3
Baris 1 dan 2 berupa sampiran.


4
Baris 3 dan 4 berupa isi.


5
Pola sajaknya a b a b.



Penilaian :
Jika, ya berjumlah 5, maka nilai 100.
Jika, ya berjumlah 4, maka nilai 80.
Jika, ya berjumlah 3, maka nilai 60.
Jika, ya berjumlah 2, maka nilai 40.
Jika, ya berjumlah 1, maka nilai 20.




Kriteria Penilaian

No
Kegiatan
Skor
1.

2.

3.

4.

5.

6.
Siswa menulis pantun dengan memenuhi lima syarat pantun
Siswa menulis pantun dengan memenuhi empat syarat pantun
Siswa menulis pantun dengan memenuhi tiga syarat pantun
Siswa menulis pantun dengan memenuhi dua syarat pantun
Siswa menulis pantun dengan memenuhi satu syarat pantun
Siswa menulis pantun dengan tidak memenuhi syarat pantun
5

4

3

2

1

0

Jumlah skor
5


Penghitungan nilai akhir dalam skala 0 s.d. 100


Skor Perolehan


Nilai Akhir
=
--------------------
X
Skor Ideal (100)


Skor Maksimal























 
Membaca



No
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi
Indikator Soal
1
11. Memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan membaca memindai
11.2   Menemukan gagasan utama dalam teks yang dibaca  

Cara menemukan gagasan utama teks
1.      Mengungkapkan gagasan utama/ide pokok dalam setiap paragraf pada suatu teks bacaan

Sekolah                           :   SMP
Mata Pelajaran              :   Bahasa Indonesia
Kelas / Semester            :   VII / 2
Standar Kompetensi     :   11. Memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan membaca memindai
Kompetensi Dasar         :   11.2 Menemukan gagasan utama dalam teks yang dibaca  
Alokasi Waktu               :   3 x 40 menit (1 x pertemuan)
Materi                             :  Cara menemukan gagasan utama teks


Indikator                        : Mengungkapkan gagasan utama/ide pokok dalam setiap paragraf pada suatu teks bacaan

Deskriptor                      :

(1)   Siswa mampu mengungkapkan gagasan utama/ide pokok dalam setiap paragraf pada suatu teks bacaan dengan benar










Soal                                 :

Suhu global terus meningkat. Jika laju peningkatan suhu tidak dapat ditekan, ribuan spesies akan mati lataran tidak tahan terhadap suhu udara yang tinggi. Dalam 100 tahun mendatang, diperkirakan akan terjadi krisis air dan krisis pangan akibat terganggunya rantai kehidupan. Penyebab semua ini adalah efek rumah kaca sebagai akibat dari banyaknya gas CFC yang menyelimuti atmosfer bumi.

Ide pokok pada paragraf di atas adalah…
a.       Suhu global yang terus meningkat
b.      Penyebab suhu naik adalah efek rumah kaca
c.       Akibat suhu global yang meningkat
d.      Krisis air dapat terjadi karena peningkatan suhu global

Jawaban : A

Kriteria Penliaian

Ide pokok pada paragraf di atas adalah… (pilihan ganda)

No
Kegiatan
Skor
1
2
Mengetahui ide pokok paragraf

Jawaban salah
1
0




















Meina Febriani
2002512025
Rombel 1
 
 




 
Menyimak


No
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi
Indikator Soal
1
1. Memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita
1.1 Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat
1. Cara menentukan pokok-pokok isi berita
2. Cara menyimpulkan isi berita

1. Dapat menentukan pokok-pokok isi berita
2. Menyimpulkan isi berita dalam beberapa kalimat

Sekolah                           :   SMP
Mata Pelajaran              :   Bahasa Indonesia
Kelas / Semester            :   VII / 1
Standar Kompetensi     :   1. Memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita
Kompetensi Dasar         :   1.1 Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat
Alokasi Waktu               :   2 x 40 menit (1 x pertemuan)
Materi                             :

Cara menentukan pokok-pokok isi berita
Cara menyimpulkan isi berita

Indikator                        :
1. Dapat menentukan pokok-pokok isi berita
2. Menyimpulkan isi berita dalam beberapa kalimat

Deskriptor                      :
1. Dapat menentukan pokok-pokok isi berita
a. Mengetahui tempat peristiwa dari berita yang di dengar
b. Mengetahui waktu peristiwa dari berita yang di dengar
c. Mengetahui penyebab peristiwa dari berita yang di dengar

2. Menyimpulkan isi berita dalam beberapa kalimat
a. Menyimpulkan isi berita




Soal:

Dengarkanlah rekaman berita berikut ini!
Identifikasi pelaku Bom Solo
Proses identifikasi jenazah pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Jalan Arif Rahman Hakim Nomor 49, Solo, akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 26 September. "Jenazah orang yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di GBIS Kepunton akan dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk proses identifikasi," kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Komisaris Besar Polisi Djihartono, di Semarang, Ahad.
Kombes Djihartono mengatakan, proses identifikasi tersebut untuk memastikan identitas pelaku bom bunuh diri yang mengalami luka parah pada bagian perut tersebut. "Bagian wajah pelaku dalam keadaan utuh sehingga diharapkan proses identifikasi tidak mengalami kesulitan," ujarnya saat dihubungi melalui telepon dalam perjalanan menuju Solo.
Pria pelaku bom bunuh diri diperkirakan berusia antara 20-30 tahun, mengenakan kemeja krem, celana panjang hitam, topi serta berkaca mata. Ledakan yang menewaskan seseorang yang diduga pelaku bom bunuh diri dan belum diketahui identitasnya terjadi di GBIS Kepunton Solo pada Minggu (25 September) sekitar pukul 10.55 WIB.
Bom bunuh diri yang diledakkan pelaku usai kebaktian kedua itu juga melukai 10 jemaat gereja yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Dr Oen dan seorang dirawat di RS Brayat Minulyo Surakarta. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menerima laporan tentang kejadian ini dan kemudian menyampaikan keprihatinannya. "Presiden telah minta aparat keamanan untu menyelidiki kasus ini," kata Staf Khusus Kepresidenan Daniel Sparingga. Menko Polhukam Djoko Suyanto juga mengecam aksi pemboman ini.
Sumber : http://id.berita.yahoo.com/identifikasi-pelaku-bom-solo-dilakukan-di-semarang-073826971.html (diunduh pada tanggal 25 September 2011 pukul 17.34 WIB)

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1.    Dimana identifikasi bom Solo dilakukan?
a.       Semarang
b.      Solo
c.       Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS)
d.      Jalan Arif Rahman Hakim Nomor 49
Jawaban : A
2.    Kapan peristiwa bom Solo terjadi?
a.       26 September
b.      25 September
c.       5 September
d.      6 September
Jawaban : B
3.    Mengapa dilakukan proses identifikasi pelaku bom?
a.       Untuk menangkap pelaku bom
b.      Untuk mengetahui jaringan pelaku bom
c.       Untuk memastikan identitas pelaku bom bunuh diri
d.      Untuk menghindari peristiwa terror
Jawaban : C
4.    Simpulkanlah isi berita yang kamu dengar!
a.       Identifikasi bom Solo dilakukan di Semarang. Identifikasi itu dilakukan untuk mengetahui identitas pelaku bom.
b.      Proses identifikasi jenazah pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Jalan Arif Rahman Hakim Nomor 49, Solo, akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 26 September.
c.       Jenazah orang yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri Solo dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk proses identifikasi
d.      Proses identifikasi untuk memastikan identitas pelaku bom bunuh diri yang mengalami luka parah pada bagian perut tersebut.

Jawaban : A

Pedoman Penskoran

Dimana identifikasi bom Solo dilakukan? (pilihan ganda)

No
Kegiatan
Skor
1
2
Mengetahui tempat peristiwa dari berita yang di dengar

Jawaban salah
1
0

Kapan peristiwa bom Solo terjadi?
No
Kegiatan
Skor
1
2
Mengetahui waktu peristiwa dari berita yang di dengar

Jawaban salah
1
0

Mengapa dilakukan proses identifikasi pelaku bom?
No
Kegiatan
Skor
1
2
Mengetahui penyebab peristiwa dari berita yang di dengar

Jawaban salah
1
0


Simpulkanlah isi berita yang kamu dengar!
No
Kegiatan
Skor
1
2
Siswa dapat menyimpulkan isi berita yang didengarkan dengan benar
Jawaban salah
1
0


Jumlah skor maksimal = 1 + 1 + 1 + 1 = 4

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0 s.d. 100


Skor Perolehan


Nilai Akhir
=
--------------------
X
Skor Ideal (100)


Skor Maksimal


















 
Berbicara


No
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi
Indikator Soal
1
2.     Mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman
2.1 Menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat efektif
1. Pengalaman mengesankan
2. Pilihan Kata dan Kalimat yang Efektif
3. Pemilihan peristiwa
4. Penyusunan pokok-pokok cerita
5. Bercerita


1.      Dapat menceritakan pengalaman yang paling mengesankan berdasarkan pokok-pokok cerita yang disusun dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat efektif


Sekolah                           :   SMP
Mata Pelajaran              :   Bahasa Indonesia
Kelas / Semester            :   VII / 1
Standar Kompetensi     :   2. Mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman
Kompetensi Dasar         :   2.1 Menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat efektif
Alokasi Waktu               :   4 x 40 menit (2 x pertemuan)
Materi                             :

a.       Pengalaman mengesankan
Pengalaman mengesankan adalah segala sesuatu yang dialami atau dirasakan atau diketahui, tidak terlupakan dan menarik untuk diceritakan. Dalam konteks bercerita, pengalaman adalah segala sesuatu yang dialami atau dirasakan atau diketahui oleh siswa.
b.      Pilihan Kata dan Kalimat yang Efektif
Pilihan kata dan kalimat yang efektif merupakan susunan kalimat yang tepat sasaran dan tidak berbelit-belit dan tidak berlebihan.

c.       Pemilihan peristiwa
Pengarahan untuk menentukan satu diantara beberapa peristiwa yang pernah dialami.

d.      Penyusunan pokok-pokok cerita
Pengarahan tentang urutan peristiwa untuk dijadikan pokok-pokok cerita.
e.       Bercerita
Siswa bercerita di depan teman-temannya dengan pilihan kata dan kalimat yang efektif berdasarkan pokok-pokok cerita yang telah ditulisnya.

Indikator
Siswa dapat menceritakan pengalaman yang paling mengesankan berdasarkan pokok-pokok cerita yang disusun dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat efektif

Deskriptor
1.      Siswa bercerita dengan isi cerita yang sesuai dengan pokok-pokok cerita yang disusun, dengan visualisasi yang sangat tepat, pelafalan yang sangat jelas, jeda/intonasi yang sangat tepat, dan mimic yang sangat serasi
2.      Siswa bercerita dengan isi cerita yang sesuai dengan pokok-pokok cerita yang disusun, dengan visualisasi yang tepat, pelafalan yang jelas, jeda/intonasi yang tepat, dan mimik yang serasi
3.      Siswa bercerita dengan isi cerita yang sesuai dengan pokok-pokok cerita yang disusun, dengan visualisasi yang kurang tepat, pelafalan yang kurang jelas, jeda/intonasi yang kurang tepat, dan mimik yang kurang serasi
4.      Siswa bercerita dengan isi cerita yang sesuai dengan pokok-pokok cerita yang disusun, dengan visualisasi yang tidak tepat, pelafalan yang tidak jelas, jeda/intonasi yang tidak tepat, dan mimik yang tidak serasi







Soal :
Ceritakan secara lisan pengalaman yang mengesankan itu berdasarkan pokok-pokok cerita yang telah kamu susun dengan pilihan kata yang tepat dan kalimat efektif!

Pedoman Pengamatan

Berilah tanda cek (v) pada kolom nilai 1, 2, 3 atau 4 dengan ketentuan :
1 = kurang                               2 = sedang             3 = baik                 4 = sangat baik
No
Aspek
Deskripsi
1
2
3
4
1
Kesesuaian isi
Isi cerita sesuai dengan pokok-pokok cerita yang disusun




2
Kesesuaian visualisasi
Visualisasi mendukung isi cerita




3
Pelafalan
Pelafalan kata secara jelas dan tepat




4
Jeda/intonasi
Pengaturan jeda/, tinggi rendah nada, keras lemah suara, dan lambat cepat cerita




5
Gerak/mimik
Keserasian antara ekspresi wajah, gerak, sikap, dan ucapan





Nilai akhir = Perolehan skor       x skor ideal (100) =
                                 Skor maksimal (20)

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0-100



Perbedaan kriteria penilaian menulis karya ilmiah dan karya sastra:
Kriteria Penilaian Karya Ilmiah:
No
Kriteria Penilaian
Nilai maksimal
Nilai
1
Format Penulisan:
Ø  Tata tulis: ukuran kertas, tipografi, kerapian ketik, tata letak, jumlah halaman.
Ø  Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
10

2
Kreativitas Gagasan:
Ø  Kreatif, inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ø  Keaslian gagasan.
Ø  Kejelasan pengungkapan ide, sistematika pengungkapan ide dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.



25

3
Topik yang dikemukakan:
Ø  Kesesuaian judul dengan tema, topik yang dipilih dan isi karya tulis.
Ø  Aktualisasi topik dan fokus bahasan yang dipilih.


10

4
Data dan sumber informasi:
Ø  Kesesuaian informasi dengan acuan yang digunakan.
Ø  Keakuratan data dan informasi.

15

5
Analisis-sintesis dan simpulan
Ø  Kemampuan menganalisis dan mensintesis.
Ø  Kemampuan menyimpulkan bahasan
Ø  Kemampuan memprediksi dan mentransfer gagasan untuk diadopsi.
40
(20)
(10)
(10)


TOTAL
100













Kriteria Penilaian Menulis Cerpen:
No.

Aspek yang dinilai

Skor
Bobot
Nilai (skor x bobot)
1.
Tema
·      Menarik
·      Kurang menarik
·      Tidak menarik

3
2
1

2

2.
Sistematika penyusunan
·      Runtut
·      Tidak runtut

2
1

1

3.
Pelaku, peristiwa, latar
·      Ada
·      Tidak ada

2
1

2

4.
Bahasa
·      Komunikatif
·      Kurang komunikatif
·      Tidak komunikatif

3
2
1

1

5.
Kesesuaian tema dengan isi
·      Sesuai
·      Tidak sesuai

2
1

1

6.
Keterkaitan paragraf dengan paragraf berikutnya
·      Terkait
·      Tidak terkait

2
1

1



Nilai akhir = Perolehan skor       x skor ideal (100) =
                                 Skor maksimal

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0-100